Kamis, 11 Oktober 2012

Laporan Arus Kas


Laporan Arus Kas

  1. PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS
    Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.
Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aaeronautika. Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan. Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut.
Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk ke perusahaan.
Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka.

Manfaat Informasi Arus Kas 
  • Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya.
  • Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungj awaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.
  • Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuanganpemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas).


 
  1. BENTUK/METODE PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang lancar serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung.

 
Metode Langsung
              
  
PT ABC 
  
  
LAPORAN ARUS KAS 
  
  
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 
  
  
(dalam Rupiah) 
  
         
  Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :      
  Kas yang diterima dari pelanggan  
951.000  
   
  Dikurangi :      
   Kas untuk membeli persediaan 
555.200  
    
   Kas untuk membayar biaya operasi 
259.800  
    
   Kas untuk membayar biaya bunga 
14.000
    
   Kas untuk membayar pajak 
29.000  
    
     
858.000  
   
  Aliran kas bersih dari kegiatan operasi   
93.000  
  
         
  Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :      
  Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi  
75.000  
   
  Kas keluar untuk membeli peralatan  
(157.000) 
   
      
(82.000) 
  
  Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi     
         
  Aliran kas dari kegiatan keuangan :      
  Kas yang diterima dari penjualan saham  
160.000  
   
  Dikurangi :      
   Kas untuk membayar dividen 
23.000  
    
   Kas untuk membayar hutang obligasi 
125.000  
    
     
148.000  
   
  Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan   
12.000  
  
  Kenaikan kas   
23.000  
  
  Saldo kas pada awal tahun   
26.000  
  
  Saldo kas pada akhir tahun  
49.000  
  
             

 
Dari laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan dan pengeluara kas.
Sementara jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan operasional tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cashflows dari operasi. 

 

 
SOAL LATIHAN

 
Kegiatan operasi adalah transaksi yang berpengaruh pada net income, sementara itu kegiatan investasi adalah transaksi yang mengakibatkan bertambah atau berkurangnya investasi pada harta tidak lancar serta kegiatan pendanaan/keuangan adalah transaksi yang mempengaruhi besarnya hutang jangka panjang dan kepentingan pemilik perusahaan. Anda diminta untuk :
  1. Menentukan apakah masing-masing transaksi di bawah ini merupakan kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
  2. Menentukan apakah telah terjadi penambahan atau pengurangan atau tidak memepengaruhi kas perusahaan.

     
No. 
Transaksi 
Jenis Kegiatan 
Pengaruhnya 
1.
2.
3.
4.


5.
6.
7.


8.
Membayar biaya sewa ruangan
Membayar dividen kepada pemilik
Membayar gaji karyawan
Membeli barang dagangan dan membayar harga barang
Menjual barang dan menerima hasilnya
Membeli aktiva tetap dan membayarnya
Membeli aktiva tetap dan membayarnya dengan mengeluarkan saham
Menjual saham perusahaan di atas harga nominal 
Kegiatan OperasiPengurangan
No. 
Transaksi 
Jenis Kegiatan 
Pengaruhnya 
9.
10.
11.
12. 
Membayar bunga pinjaman obligasi
Meminjam uang dari bank
Membayar hutang obligasi 
Membayar hutang dagang
  

 
Metode Tidak Langsung
              
  
PT ABC 
  
  
LAPORAN ARUS KAS 
  
  
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007 
  
  
(dalam Rupiah) 
  
         
  Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :      
  Laba bersih menurut laporan laba rugi 
90.500  
   
  Ditambah :      
   Biaya depresiasi 
18.000  
    
   Penurunan persediaan kantor 
8.000  
    
   Kenaikan hutang jangka pendek 
16.800  
    
   Kenaikan hutang biaya 
1.200  
    
     
44.000  
   
  Dikurangi :      
   Kenaikan biaya dibayar dimuka 
1.000  
    
   Kenaikan piutang usaha 
9.000  
    
   Penurunan hutang pajak 
1.500  
    
   Laba penjualan aktiva tetap 
30.000  
    
     
41.500  
   
  Aliran kas bersih dari kegiatan operasi   
93.000  
  
         
  Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :     
  Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi  
75.000  
   
  Kas keluar untuk membeli peralatan  
(157.000) 
   
      
(82.000) 
  
  Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi      
         
  Aliran kas dari kegiatan keuangan :     
  Kas yang diterima dari penjualan saham  
160.000  
   
  Dikurangi :      
   Kas untuk membayar dividen 
23.000  
    
   Kas untuk membayar hutang obligasi 
125.000  
    
     
148.000  
   
  Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan  
12.000  
  
  Kenaikan kas   
23.000  
  
  Saldo kas pada awal tahun   
26.000  
  
  Saldo kas pada akhir tahun   
49.000  
  
              

 
Jika kita amati contoh di atas, terlihat bahwa perbedaan antara metode langsung dengan metode tidak langsung terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi, sementara itu baik aliran kas dari kegiatan investasi dan keuangan adalah sama penyajiannya.

 
  1. DATA UNTUK MENYUSUN LAPORAN ARUS KAS
Aliran kas yang dilaporkan disajikan dalam tiga kelompok besar kegiatan yaitu kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Untuk mempermudah penyusunan laporan arus kas untuk masing-masing kelompok kegiatan maka perlu diperhatikan informasi yang relevan sebagai berikut :
No. 
Menyusun Arus Kas Dari
Informasi yang Relevan 
1. 
Kegiatan Operasional
  1. Laporan Laba Rugi
  2. Saldo awal dan saldo akhir harta lancar
  3. Saldo awal dan saldo akhir hutang lancar selain hutang dividen
  4. Data tambahan (jika ada)
2. 
Kegiatan Investasi
  1. Saldo awal dan saldo akhir investasi dan aktiva tetap
  2. Data tambahan (jika ada) 
3. 
Kegiatan Keuangan 
  1. Saldo awal dan saldo akhir dari Modal dan Hutang Jangka Panjang serta Laba Ditahan
  2. Saldo awal dan saldo akhir Hutang Dividen
  3. Data tambahan (jika ada) 

 

 
  1. MEMBACA LAPORAN ARUS KAS
Semula banyak pengguna laporan keuangan yang lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada laporan Laba Rugi dan Neraca. Laporan Laba Rugi menggambarkan hasil usaha perusahaan selama periode tertentu. Sementara itu Neraca menggambarkan posisi keuangan pada saat tertentu. Akhir-akhir ini disadari cara mengelola kas perusahaan juga perlu dievaluasi yaitu dengan cara mengevaluasi laporan arus kas.
Sebelum melihat bagaimana perusahaan dikelola kasnya, perlu disadari bahwa untuk membaca laporan keuangan secara tepat perlu dipahami cara penyajian informasi arus kas. Pada metode langsung, arus kas dari operasi dirinci sumber –sumbernya dan demikian juga dengan pengeluaran kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan tepat. Pada metode tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item tertentu yang diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba rugi (yang menghasilkan net income) dengan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan menggunakan akrual basis, sehingga mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah diperlakukan sebagai biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas. Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi net cashflows dari operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi dan depresiasi ditambahkan, janganlah diartikan bahwa depresiasi dan amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas masuk sebesar itu.
Ada beberapa kemungkinan pola aliran kas yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:
  1. Semua kegiatan (operasional, investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang positif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua kegiatan menghasilkan penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang akan terjadi saldo kas yang besar.
  2. Semua kegiatan (operasional, investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang negatif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang cadangan kas yang ada akan habis.
  3. Kegiatan operasional positif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif. Pada pola ketiga, perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk membayar hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah keadaan penen kas.
  4. Kegiatan operasional dan kegiatan investasi positif tetapi kegiatan keuangan negatif. Sedangkan pada pola hasil penjualan investasi dan opersional digunakan untuk membayar hutang mengembalikan modal.
  5. Kegiatan operasional negatif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
  6. Kegiatan investasi negatif sementara kegiatan operasional dan keuangan positif. Perusahaan menggunakan cash dari operasional dan pinjaman/penarikan modal untuk melakukan investasi.
  7. Kegiatan opersional dan investasi negatif sedangkan kegiatan keuangan positif. Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian dibiayai dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh.
  8. Kegiatan investasi positif tetapi kegiatan operasional dan keuangan negatif. Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.

     
Dengan memperhatikan beberapa pola aliran kas di atas peserta akan dapat mengetahui makna dari informasi arus kas dari suatu perusahaan yang dilaporkan dalam laporan arus kas sehingga dapat mengevaluasi pengelolaan kas yang dilakukan perusahaan.

sumber : 

Metode Pencatatan Akuntansi


Memahami Metode Akuntansi

Secara resmi, ada dua jenis metode akuntansi, yang menentukan bagaimana transaksi perusahaan dicatat dalam buku keuangan perusahaan: cash-basis accounting dan akuntansi akrual. Perbedaan utama antara kedua jenis adalah bagaimana perusahaan mencatat kas yang masuk ke dan keluar dari bisnis. Dalam perbedaan sederhana terletak banyak ruang untuk kesalahan - atau manipulasi.Bahkan, banyak perusahaan besar yang terlibat dalam skandal keuangan mendapatkan dalam kesulitan karena mereka bermain game dengan mur dan baut metode akuntansi mereka.

  • Cash-basis accounting

Dalam cash-basis accounting, biaya perusahaan rekaman di rekening keuangan ketika kas sebenarnya ditata, dan mereka pendapatan buku ketika mereka benar-benar memegang uang tunai di tangan panas mereka sedikit atau, lebih mungkin, dalam rekening bank. 
Sebagai contoh, jika seorang pelukis menyelesaikan proyek pada tanggal 30 Desember 2003, tetapi tidak dibayar untuk itu sampai pemilik memeriksa itu pada tanggal 10 Januari 2004, pelukis melaporkan pendapatan kas mereka pada 2004 laporan pajaknya. Dalam cash-basis accounting, pendapatan kas mencakup cek, kartu kredit penerimaan, atau bentuk lain dari pendapatan dari pelanggan.
Perusahaan-perusahaan kecil yang belum secara resmi didirikan dan pemilik yang paling satunya menggunakan uang tunai-dasar akuntansi karena sistem ini lebih mudah bagi mereka untuk digunakan sendiri, yang berarti mereka tidak harus menyewa staf akuntansi yang besar. 
Cash Basis juga mendasarkan konsepnya pada dua pilar yaitu :
1) Pengakuan Pendapatan :
Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
2) Pengakuan Biaya :
Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).

  • Akrual akuntansi

Jika sebuah perusahaan menggunakan akuntansi akrual, itu mencatat pendapatan ketika transaksi aktual selesai (seperti penyelesaian pekerjaan yang ditentukan dalam perjanjian kontrak antara perusahaan dan pelanggan), tidak ketika menerima uang tunai. Artinya, perusahaan mencatat pendapatan ketika mendapatkan itu, bahkan jika pelanggan belum dibayar belum. Misalnya, kontraktor pertukangan yang menggunakan catatan akuntansi akrual pendapatan yang diterima ketika ia menuntaskan pekerjaan, bahkan jika pelanggan tidak membayar tagihan akhir belum.
Beban ditangani dengan cara yang sama. Perusahaan mencatat setiap pengeluaran ketika mereka terjadi, bahkan jika belum membayar untuk pasokan belum. 
Misalnya, ketika seorang tukang kayu membeli kayu untuk pekerjaan, ia mungkin sangat mungkin melakukannya pada account dan tidak benar-benar lay out uang tunai untuk kayu sampai satu bulan atau lebih kemudian, ketika ia mendapat tagihan.
Semua perusahaan yang didirikan harus menggunakan akuntansi akrual sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Jika Anda membaca laporan keuangan korporasi, apa yang Anda lihat didasarkan pada akuntansi akrual.
sumber :  


Sejarah Akuntansi

untuk tulisan kali ini saya akan lebih bnyak memposting tentang akuntansi
hmmm pasti hal pertama yang anda pikirkan saat mendengar kata akuntansi ialah sesuatu yang berkaitan dengan uang dan pastinya berhubungan dengan perhitungan angka tapi apa sihh sebenarnya definisi akuntansi dan bagaimana awal mula di kenal istilah akuntansi. untuk informasi lebih lanjut silahkan simak postingan berikut ini :)


  • Secara Etimologi 
    Kata " Akuntan "berasal dari kata Perancis Compter, yang mengambil berasal dari bahasa Latin Computare kata. Kata ini sebelumnya ditulis dalam bahasa Inggris sebagai "Accomptant", tetapi dalam proses waktu kata yang selalu diucapkan dengan menjatuhkan "p", berangsur-angsur berubah menjadi baik dalam pengucapan dan ortografi ke bentuknya yang sekarang. 
        Menurut literatur secara umum, akuntansi dapat dipahami sebagai:
1. Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dengan cara tertentu yang dapat diukur dalam satuan moneter (uang), tentang traksaksi atau kejadian-kejadian masa lalu yang bersifat keuangan dan termasuk tafsiran-tafsirannya. (AICPA)
2. Akuntansi adalah proses mengindentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan dalam mempertimbangkan alternatif untuk pengambilan kesimpulan oleh para pemakainya. (AAA)
3.Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya memberikan informasi kuantitatif yang umumnya dalam bentuk ukuran moneter (uang), mengenai suatu badan eknomi untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan sebagai dasar dalam memilih diantara beberapa alternatif . (APBS No.4)
4.Dalam statement Trueblood Committe Report 1972 disebutkan bahwa salah satu tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna untuk menilai kemampuan menajemen menggunakan kekayaan perusahaan secara efektif dalam mencapai tujuan utamanya. Dalam konteks ini akuntansi dianggap sebagai sarana manajemen untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan sumber daya yang dimiliki.
5.Menurut Ahmad Belkaoui, terdapat beberapa citra yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi, antara lain akuntansi sebagai suatu bahasa bisnis karena ia mengkomunikasikan perusahaan dengan pihak lain.
6.Menurut Hertanto dalam bukunya Panduan Akuntansi Syariah, bahwa akuntansi memiliki peranan penting dalam suatu lembaga yang melakukan bisnis atau non bisnis (mencari keuntungan atau tidak). Lembaga memerlukan pencatatan guna mendokumentasikan dan mempertanggung jawabkan aktivitas-aktivitas keuangan sebagai acuan pengambilan keputusan.

Dengan demikian, akuntansi merupakan alat untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan ekonomi suatu lembaga atau badan baik yang berorientasi mencari keuntungan maupun tujuan sosial yang melakukan aktivitas keuangan dimasa lalu untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan suatu lembaga.
  • Sejarah 

    1. Token akuntansi di Mesopotamia kuno

    Peta Timur Tengah menunjukkan Fertile Crescent sekitar milenium ke-3 SM.
    Catatan akuntansi paling awal ditemukan di antara reruntuhan kuno Babel , Asyur dan Sumeria , yang tanggal kembali lebih dari 7.000 tahun. Orang-orang waktu yang bergantung pada metode akuntansi primitif untuk mencatat pertumbuhan tanaman dan ternak. Karena ada musim alami untuk pertanian dan menggembala, mudah untuk menghitung dan menentukan apakah surplus yang telah diperoleh setelah tanaman telah dipanen atau disapih hewan muda. 
    Akuntansi token yang terbuat dari tanah liat, dari Susa , Uruk periode , sekitar tahun 3500 SM.Departemen Purbakala Oriental,Louvre .
    Penemuan dari bentuk pembukuan menggunakan token tanah liat mewakili besar kognitif lompatan bagi umat manusia.






2. Akuntansi di Kekaisaran Romawi

Bagian dari Res Gestae Divi Augusti dari Ancyranum Monumentum (Temple of Augustus dan Roma) di Ankara , dibangun antara 25 SM - 20 SM.
The Res Gestae Divi Augusti ( Latin : "The Akta dari Augustus Ilahi") adalah rekening yang luar biasa kepada orang-orang Romawi dari Kaisar Augustus kepengurusan '. Ini terdaftar dan dihitung pengeluaran publik, yang meliputi distribusi kepada masyarakat, hibah tanah atau uang untuk veteran militer, subsidi ke aerarium (treasury), bangunan candi, sesajen, dan pengeluaran di acara teater dan gladiator permainan. Itu bukan rekening penerimaan negara dan pengeluaran, tetapi dirancang untuk menunjukkan kemurahan hati Augustus '. Arti penting dari Res Gestae Divi Augusti dari perspektif akuntansi terletak pada kenyataan bahwa itu menggambarkan bahwa otoritas eksekutif memiliki akses ke informasi keuangan secara rinci, mencakup periode dari sekitar empat puluh tahun, yang masih dpt setelah kejadian. Ruang lingkup informasi akuntansi di pembuangan kaisar menunjukkan bahwa tujuannya mencakup perencanaan dan pengambilan keputusan. 
The Roman sejarawan Suetonius dan Cassius Dio catatan bahwa pada 23 SM, Augustus menyiapkan rationarium (akun) yang terdaftar pendapatan masyarakat, jumlah uang tunai dalam aerarium (treasury), di fisci provinsi (pejabat pajak), dan di tangan yang publicani (kontraktor umum), dan bahwa itu termasuk nama-nama Freedmen dan budak dari siapa rekening rinci dapat diperoleh. Kedekatan informasi ini kepada otoritas eksekutif kaisar dibuktikan oleh Tacitus pernyataan 'bahwa itu ditulis oleh Augustus sendiri. 
Menulis tablet Romawi dari Vindolanda Roman benteng tembok Hadrian , di Northumberland (1-2 abad) meminta uang untuk membeli 5.000 ukuran sereal yang digunakan untuk pembuatan bir bir. Departemen Prasejarah dan Eropa, British Museum .
Rekaman uang tunai , komoditas , dan transaksi yang disimpan teliti oleh personil militer dari tentara Romawi .Sebuah rekening jumlah kas kecil yang diterima selama beberapa hari di benteng dari Vindolanda 110 AD menunjukkan bahwa sekitar benteng bisa menghitung pendapatan tunai setiap hari, mungkin dari penjualan persediaan surplus atau barang yang diproduksi di kamp, ​​item dibagikan kepada budak seperti cervesa ( bir ) dan clavi caligares ( kukuuntuk sepatu), serta komoditas dibeli oleh prajurit secara perorangan. Kebutuhan dasar benteng bertemu dengan campuran langsung produksi , pembelian dan permintaan , dalam satu surat, permintaan uang untuk membeli 5.000modii (ukuran) dari kawat gigi (sereal yang digunakan dalam pembuatan bir) menunjukkan bahwa benteng membeli ketentuan untuk sejumlah besar orang. 
The Arsip Heroninos adalah nama yang diberikan untuk sekumpulan besar papirus dokumen, sebagian besar surat-surat, tetapi juga termasuk cukup banyak rekening, yang berasal dari Romawi Mesir pada abad ke-3. Sebagian besar dokumen berhubungan dengan menjalankan besar, swasta estate  ini dinamai Heroninos karena ia phrontistes ( bahasa Yunani Koine : manager ) dari perkebunan yang memiliki sistem yang kompleks dan standarised akuntansi yang diikuti oleh semua nya manajer pertanian lokal.  Setiap administrator pada setiap sub-divisi dari perkebunan menyusun rekening sendiri sedikit, untuk menjalankan sehari-hari perkebunan, pembayaran tenaga kerja, produksi tanaman, penjualan produk, penggunaan hewan, dan pengeluaran umum pada staf. Informasi ini kemudian diringkas sebagai potongan papirus gulir ke salah satu rekening tahunan besar untuk setiap divisi sub-tertentu perkebunan. Entri yang disusun oleh sektor, dengan pengeluaran kas dan keuntungan diekstrapolasi dari semua sektor yang berbeda. Account semacam ini memberikan pemilik kesempatan untuk mengambil lebih baik ekonomi keputusan karena informasi itu sengaja dipilih dan diatur. 
Akuntansi sederhana disebutkan dalam Alkitab Kristen (Perjanjian Baru) dalam Kitab Matius , dalam Perumpamaan tentang Talenta .

sumber : 
GUNADARMA UNIVERSITY